Lima orang penjahat, berhati binatang itu sudah melampiaskan nafsu bejatnya, tapi penderitaan Venny belum berakhir.
Dengan
Air dingin dari kulkas, mereka menyiram muka Venny. Venny gelagapan.
"tolongg! rampok.." begitu jerit Venny, ketika tersadar. Gendut berkata
"hei.. tenang !". Venny kembali lunglai.
Gendut
mengambil es batu yang berbentuk persegi itu. lalu di masukkan ke liang
vagina Venny. Venny mendesis "aghh..perihh!. ". Es itu di biarkan
mencair, dan menetes keluar. Satu demi satu es itu masuk ke liang vagina
Venny. Tubuh Venny agak mengigil. Entah apa tujuannya Gendut melakukan
itu.
Lalu gendut memerintahkan, si Ambon menyeret saya mendekati
Venny. Dan membuka ikatan tangan saya. Kesempatan itu saya gunakan untuk
melawan. Saya bergulat dengan Si Ambon. yang lain bersorak
"hajar..hajar..".
Mana mungkin seorang manager, bisa menang
dengan penjahat seperti si Ambon. Mata sebelah kiri saya membiru, dan
hidung saya berdarah. Saya terkapar.
Dan dua tendangan di perut saya membuat saya ingin muntah. Saya menyerah.
Lalu
Gendut memerintahkan saya menyetubuhi Venny. Saya tidak mengerti maksud
dari permainan mereka dan saya menolak. Tetapi tolakan saya ini
berakibat saya mendapatkan tendangan dan pukulan di tubuh saya lagi
sehingga mau tidak mau saya menuruti kemauan mereka.
Saya
mendekati tubuh Venny yang telanjang dan saya menagis dan meminta maaf
kepada Venny karena saya tidak dapat berbuat apa apa. Venny terisak
"jangan melawan mereka, lakukan saja..".
Saya mulai melepaskan baju dan celana saya dan penjahat itu mulai tertawa dan meledek saya "ha..ha.. kontolnya kecil sekalii!"
Saya
mencium leher dan bibir Venny dengan penuh rasa takut dan di saat saya
mencium leher Venny. Venny tak bergeming sama sekali, dia dinggin sama
sekali
tak membalas ciuman saya. Tapi lain dengan saya, bagaimanapun jiwa
lelaki saya tetap bangkit, birahi saya meningkat, membuat penis saya
yang masih lemas menjadi mengeras dan seakan-akan meminta segera
dimasukkan ke dalam liang kewanitaannya.
Saya kemudian mendekati vagina Venny, saya dapat melihat bahwa ada darah yang bercampur dengan sperma dari penjahat itu tadi.
Saya
sempat bengong untuk beberapa saat dan seorang pemuda memukul kepala
belakang saya dan memerintahkan saya untuk menjilati vagina Venny.
Terus-terang saya menjadi agak jijik terhadap tubuh Venny setelah di
perkosa massal oleh perampok perampok itu.
Ada rasa kasihan dan
ada juga rasa jijik. Apa saya bisa menerima Venny untuk menjadi istri
saya sekarang..pikiran itu berkecamuk dalam hati saya.
Dan "plakk
"pukulan lagi di kepala saya. "cepat jilatin memek pacar eloe..", kata
si Ambon. Mau tidak mau menjilat vagina Venny. Saat saya menjilat vagina
Venny, para pemuda itu saling memandang sambil tertawa-tawa.
Vaginanya
terasa dinggin sekali, karena es batu tadi. Saya menjilat, tanpa
peduli, di vaginanya banyak sperma dari perampok perampok jahanam itu.
Bau Vagina Venny sangat menyengat, amis dan busuk.
Aku tak peduli, saat itu aku juga mulai bernafsu. Biarlah, aku juga menikmati tubuh Venny walaupun hanya sisa sisa pikirKu.
Lidahku
terus menjilati vaginanya. Selama pacaran dengannya tak sekalipun aku
melakukan hal ini. Marabanya saja aku tak pernah ,apalagi menjilatnya.
Venny
tetap diam membisu, sesekali aku menatap, wajahnya bengong, matanya
menerawang ke langit langit ,entah apa yang di pikirnya.
Tiba tiba Gendut memukul kepalaku lagi dan berkata "eh udah, entot cewek eloe..".
Aku
diam menatap Venny. Dan Venny pun kembali menangis mungkin dia merasa
malu sudah tak suci lagi, atau apalah perasaanya saat itu dan aku juga
mengerti perasaannya, sehingga aku menjadi terdiam tetapi saya terus mendapat pukulan dan tendangan.
Saya
menjadi geram sekali dan berusaha melawan mereka, tetapi apa daya saya
di pukuli dan di ancam akan di bunuh, saya mau tidak mau harus menuruti
kemauan mereka.
Saya mulai mengarahkan penis saya ke dalam
kewanitaan Venny dan mulai memasukkan penisKu. Penisku masuk dengan
mudah. Tak ada rasa gesekan. liang vaginanya terasa longar. Aku merasa
kecewa sekali. Tapi karena nafsu aku tak memikirkan apa apa. Aku hanya
mendorong masuk seluruh penisku.
Masuknya keseluruhan penisku ke dalam vagina Venny membuat kenikmatan sendiri di batinku..
Venny
diam, dia memejamkan mata, tak ada tanda tanda kesakitan, saya
mendiamkan penis saya di dalam vagina Venny. Saya merasakan dinding
vaginanya.
Setelah itu, saya mulai menggosok gosokkan penis saya di dalam vaginanya.
Saya
masih terus memainkan penis saya di dalam vaginanya sementara Si
Gondrong mendekati payudara Venny dan menjilatinya. Venny
mendesah-desah.
"Ahhh..ahh..ahh!". Si Botakpun ikutan lagi,dan Venny dan memaksa Venny mengulum penisnya.
Venny
hanya pasrah.Dan mengulum penisnya.Aku tak bisa berhenti, dan terus
menyetubuhi Venny. Venny sekarang bermain langsung dengan tiga cowok.
Satu
di mulut, satu di vagina ,dan satu menjilati buah dadanya.
Tak
lama ,Kuluman bibir Venny membuat pria itu menyemprotkan seluruh
spermanya di dalam mulut Venny sehingga membuat Venny menjadi mual
kembali.
Tapi si Botak, cepat membekap mulut Venny "jangan di muntahin..telan.."katanya. Mau tak mau Venny menelan sperma Botak.
Saya
masih terus memainkan penis saya hingga membuat sensasi tersendiri di
dalam tubuh saya. Saya tidak dapat membohongi diri saya sendiri bahwa
sebenarnya saya pun nafsu juga.
Perasaan nikmat dan rasa kasihan
bercampur aduk di dalam diriku, Pikiran ku hanya nafsu, sehingga penis
saya tidak sanggup lagi menahan rasa nikmat ini untuk seterusnya.
Akhirnya saya berteriak dengan penuh rasa nikmat dan mengeluarkan
seluruh air mani saya kedalam liang kewanitaan Venny.
Saya
terduduk lemas. Tak dapat berkata kata.Tiga perampok itu, si gondrong,
si botak, dan si Tatto ,langsung menguras isi rumah. Barang yang
diambilnya, barang elektronik yang mahal ,uang, perhiasan emas dan
berlian, serta uang dolar sementara tiga temannya menguras isi rumah, si
Gendut kembali menikmati tubuh lemah Venny.
Gendut langsung
menhujamkan penisnya di vagina Venny. Dan mengoyang. "sial memek elo
udah kendor, lebih parah dari cabo kali jodoh.." umpatnya.
Venny terenyuh hatinya. Lalu dengan sisa spermaku Gendut mengarahkan penisnya ke Anusnya. "AGHHHH! SAKIT!." Jerit Venny.
"Nah..
ini baru sempit!", kata Gendut sambil tertawa. Lalu dia memperkosa
Venny di lobang anusnya. Venny menjerit jerit "AGHH..sakittt.. tolong!
hentikan.. ahh.. jangan..di situ!ahh!". Gendut tak peduli..Dia terus
mengoyang penisnya keluar masuk anus Venny. Tubuh Venny mengejang.
kakinya gemetar menahan sakit.
Gendut terus memperkosanya. Venny tak mampu lagi menjerit keras, dia merintih rintih pelan, memohon kasihan dari Gendut.
Setelah
cukup lama Gendut mengeluarkan spermanya. Venny mengejang. Dari anusnya
keluar cairan putih, kuning ,dan darah..Kini Anusnya pun luka. Venny
terisak tangis.
Ambon
yang melihat itu segera membuka kolornya lagi. Penis besarnya itu di
arahkan ke anusnya juga. Venny menjerit "Jangan.. oh..tolong..Bang!
ampun..jangan!". Ambon tersenyum dan "AGGGHHHHHHH!.".
Penis si
Ambon menembus anus Venny. Venny tak bergerak, tubuhnya kejang, dia
mengigit bibirnya. Si Ambon menarik penis keluar sebagian, Lalu
mendorong masuk dengan cepat. Venny menjerit "AGGGHHHHHH!!". Jeritan
Venny terputus.
Venny tak sadarkan diri lagi. Si Ambon terus memperkosanya. Tanpa belas kasihan Sampai si Ambon puas. Dan meninggalkan Venny.
Semua perampok itu pergi dengan barang jarahan. Tinggal aku dan Venny yang masih pingsan. Darah segar mengalir dari anus Venny.
Dengan tertatih tatih, menahan sakit di kakiKu, aku mencapai telepon ,dan menelpon mencari pertolongan.
Tamat