Diabetes
melitus
(
bahasa Yunani:
διαβαίνειν,
diabaínein, tembus atau pancuran air) (
bahasa Latin:
mellitus, rasa manis) terjadi karena
jika jumlah insulin dalam tubuh tidak
cukup, atau jika sel-sel tubuh tidak memberikan respon terhadap insulin
(resisten terhadap insulin), maka akan terjadi penumpukan gula di dalam darah.
Hal inilah yang terjadi pada pasien diabetes melitus.
Diabetes mellitus, atau yang
juga dikenal sebagai penyakit kencing manis, adalah penyakit kronik yang
disebabkan oleh:
- ketidakmampuan organ pankreas untuk memproduksi
hormon insulin dalam jumlah yang cukup, atau
- tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah
dihasilkan oleh pankreas secara efektif, atau
- gabungan dari kedua hal tersebut.
Tipe-tipe Diabetes melitus :
1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1, diabetes
anak-anak (bahasa Inggris: childhood-onset
diabetes, juvenile diabetes, insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM) adalah diabetes yang terjadi
karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel
beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Ringkasnya diabetes melitus tipe
ini adalah kurangnya produksi insulin oleh pangkreas. IDDM dapat diderita oleh
anak-anak maupun orang dewasa.
Sampai saat ini IDDM tidak dapat
dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe
1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai
dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin
umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.
2. Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes, obesity-related
diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM) merupakan tipe diabetes mellitus
yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan
merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen,[6] termasuk yang mengekspresikan
disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin[7] yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10[8] dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan,
terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin[9] serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula
darah oleh hati.[9] Mutasi gen tersebut sering terjadi
pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.[10]
Ringkasnya diabetes mellitus tipe 2
ini terjadi ketika adanya sel jaringan tubuh yang resistensi insulin atau tubuh
tidak cukup memproduksi insulin, sehingga penggunaan insulin tidak efektif.
3. Diabetes mellitus tipe 3
Diabetes mellitus gestasional (bahasa Inggris: gestational
diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes
which has progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of
adults, type 1.5" diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus yang terjadi
hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.[29] GDM mungkin dapat merusak kesehatan
janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.[rujukan?]
Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari
semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang
setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis
yang cermat selama masa kehamilan.
Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan
baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Resiko yang dapat
dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal),
penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka.
Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom
gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel
darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi,
paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan
vaskular. Induksi kehamilan dapat diindikasikan dengan menurunnya fungsi
plasenta. Operasi sesar dapat akan dilakukan bila ada tanda bahwa janin dalam
bahaya atau peningkatan resiko luka yang berhubungan dengan makrosomia, seperti
distosia bahu.
4. Pradiabetes
Pradiabetes
adalah keadaan dimana kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal tetapi lebih
rendah dari kadar glukosa darah yang dapat termasuk dalam diabetes mellitus.
Title : Kesehatan I Pengertian Diabetes Melitus
Description : Diabetes melitus ( bahasa Yunani : διαβαίνειν , diabaínein , tembus atau pancuran air) ( bahasa Latin : mellitus , rasa manis) te...